Friday, July 10, 2015

Bumi dan Langit

Oleh Rusidi

IRONIS. Kalimat tersebut pantas diucapkan khususnya bagi insan olahraga. Mengapa, sebagai salah satu pilar pemersatu bangsa di era modern dan serba maju ini, ternyata bidang olahraga masih dianggap dan dipandang sebelah mata oleh para pejabat sebagai pemegang kebijakan. Khususnya di provinsi Lampung, ternyata masih ada kabupaten yang begitu pelit dalam hal penganggaran dana olahraga.

Bagaimana tidak, di lain sisi daerah atau provinsi lain berpacu untuk meraih prestasi melalui jalur olahraga dengan konsekuensinya meingkatkan anggaran pembinaan. Tapi sebaliknya di salah satu kabupaten di Lampung malah menganggarkan dana seperti mau-mau, enggak-nggak. Coba kita berpikir realistis, anggaran sebesar Rp 75 juta pertahun, apa yang dapat diperbuat oleh pengurus KONI setempat.

“Saya miris mas bila bicara soal anggaran KONI di daerah saya. Mungkin untuk KONI se Lampung, KONI kamilah yang sangat minim anggaran dananya, yaitu Cuma Rp 75 juta pertahun. Padahal kami dituntut untuk dapat berbicara banyak di setiap even provinsi,” ujar salah satu pengurus KONI yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Melihat ini rasanya trenyuh kita dibuatnya. Kita sebagai orang olahraga amat sangat prihatin. Artinya, bidang olahraga masih dianggap bukan bagian dari pembangunan. Padahal sudah jelas bahwa olahraga adalah salah satu sebagai penunjuk identitas bangsa. Bicara basket tentu kita akan bercermin dengan The Dream Team-nya negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Bicara sepakbola, siapa yang tidak mengenal Brasil, bahkan sepakbola adalah Tuhan keduanya bagi masyarakat Brasil.

Bagaimana dengan Provinsi Lampung, masyarakat dunia secara umum dan Indonesia khususnya sudah mengakui bahwa Lampung adalah penghasil atlet angkat besi dengan prestasi dunia. Tentu untuk menghasilkan atlet-atlet dunia tersebut duibutuhkan proses dan dana yang cukup besar. Tapi apa yang didapat Lampung, tentu penilaian positif sebagian masyarakat Indonesia bahwa Padepokan Angkat Besi Lampung adalah yang terbaik di tanah air. Dan itu terbukti, Lampung saat ini masih bertumpu kepada Imron ‘Gajah Lampung’ Rosadi dan pasukannya diberbagai multieven.

Kita harus iri dengan apa yang diraih daerah atau provinsi lain, terutamanya soal anggaran dana. Keterlibatan dan rasa tanggungjawab antara legislatif, eksekutif dan para pengusaha serta masyarakat olahraga sangat dibutuhkan. Hubungan harmonis semua pihak menjadi fundamental dalam membangun prestasi olahraga di daerahnya. Tanpa itu semua omong kosong apa yang dicita-citakan para pembina olahraga dan seluruh atlet yang berjuang dengan berkucur air keringat demi mengangkat derajat daerahnya dapat terwujud. []


~ Fajar Sumatera, Jumat, 10 Juli 2015

No comments:

Post a Comment