Friday, July 31, 2015

Bentrok Warga

Oleh Deni Kurniawan

KAPOLDA Edwardsyah Pernong nampaknya dibuat pusing dan berpikir keras mengatasi konflik di masyarakat Lampung. Mulai dari maraknya begal, narkoba yang merajalela, konflik register dan kejahatan lainnya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dituntaskan. Belum lagi mengantisipasi dan menjaga keamanan di fase pemilihan kepala daerah yang tahapannya sudah berlangsung serentak di 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung ini.

Anjau silau yang menjadi tagline di kepemimpinan Edwardsyah tengah di uji dalam praktek penanganan masalah. Deteksi dini sebagai bentuk pencegahan tentu menjadi bagian terpenting dalam pengelolaan sebuah masalah ditubuh masyarakat. Koordinasi dan komunikasi secara intensif melalui forkopimda, tentu turut membantu dalam pembentukan zona aman dan nyaman.

Masyarakat tentu ingin kehidupannya berubah menjadi lebih baik dari keadaan sekarang. Mungkin saja dengan kondisi desa yang dilanda kekeringan dan sempitnya lapangan kerja di desa, menjadi pilihan sulit bagi mereka utk bertahan dalam situasi yang sulit dalam penghidupan. Jalan singkat pun sering menjadi alternatif dalam menjawab masalah. Begal, pengedar narkoba tak sulit bagi warga dalam mengakses tindak kejahatan yang bisa membawa peruntungan hidup bagi anak dan isteri.

Semarak desa saat ini sudah banyak hilang dan ditinggalkan oleh warganya. Tak kurang 100 orang dalam sehari di Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur, warga mengurus Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) dan Kartu Kuning pencari kerja untuk mereka memperoleh pekerjaan di Jakarta sebagai pilihan karena desa yang tak lagi ramah bagi warganya.

 Sudah saatnya  digulirkan  sebuah program "Kota Mengepung Desa"  secara kesinambungan agar membuat desa kembali semarak dengan kehidupan yang gemah ripah loh jinawi, Dengan semangat Sai Bumi Ruwai Jurai, pendekatan secara budaya pun harus dikembangkan. Mayarakat berbudaya lah yang pada akhirnya mampu mengisi ruang partisipasi pembangunan di Provinsi Lampung. Kita cukupkan sudah peperangan yang manyayat hati ini dan meninggalkan duka bagi para korban. Tabik! []


~ Fajar Sumatera, Jumat, 31 Juli 2015


No comments:

Post a Comment