Oleh Deni Kurniawan
TIGA pasangan calon kepala daerah di Lampung Selatan yakni KH. Soleh Bajuri – Ahmad Ngadelan Jawawi (Baja), pasangan calon H. Rycko Menoza, SZP, S.E.,S.H.,MBA – H. Eki Setyanto, S.E (Ko-Ki) dan pasangan Dr. H. Zainudin Hasan – Nanang Ermanto (Zain) maju kedepan untuk mengambil nomor undian. Setelah dibuka secara bersama-sama pasangan Baja mendapatkan nomor urut 1, Ko-Ki nomor urut 2, dan Zain nomor urut 3. Nomor urut yang diterima para pasangan calon sesuai daftar hadir calon yang secara berurutan.
Kendati begitu, aksi menarik ditunjukan pasangan calon Ko-Ki dan Zain. Mereka telah menyiapkan alat peraga kampanye bernomor sesuai dengan nomor undian yang diterima. Yakni Ko-Ki menunjukan kaos bergambar Ko-Ki dengan nomor urut 2 dan Zain menunjukan banner dengan nomor urut 3.
Ada yang mensyukuri, ada yang mengasosiasikan empat penjuru mata angin dan ada pula yang penuh apresiatif dengan melakukan sebuah perayaan. Berbagai macam reaksi tersebut diungkapkan oleh banyak pasangan calon kepala daerah di * kabupaten kota yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah pada tanggal 9 Desember 2015 nanti.
Sejatinya, pengundian nomor urut calon kepala daerah ini merupakan sebuah tahapan formal yang harus dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun pemaknaan ataupun asosiasi dari perolehan nomor urut calon tidak akan berpengaruh apapun pada kemenangan kandidat pasca penghitungan suara nantinya.
Tentu saja yang akan menentukan adalah strategi taktik dari Tim Pemenangan Kandidat dalam mengambil simpati warga masyarakat untuk memilih pasangan itu pada tanggal 9 Desember. Bagi masyarakat, harapan dalam membuat pilihan terhadap pasangan calon, tentu yang mampu diukur dalam mewujud kan janji janji politik kandidat yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat pendukungnya. Itulah relasi masyarakat social (civil society) dan masyarakat politik (political society) dalam sebuah satu kesatuan politik yang dinamis dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera secara ekonomi dan partisipatif secara budaya. []
~ Fajar Sumatera, Rabu, 26 Agustus 2015
TIGA pasangan calon kepala daerah di Lampung Selatan yakni KH. Soleh Bajuri – Ahmad Ngadelan Jawawi (Baja), pasangan calon H. Rycko Menoza, SZP, S.E.,S.H.,MBA – H. Eki Setyanto, S.E (Ko-Ki) dan pasangan Dr. H. Zainudin Hasan – Nanang Ermanto (Zain) maju kedepan untuk mengambil nomor undian. Setelah dibuka secara bersama-sama pasangan Baja mendapatkan nomor urut 1, Ko-Ki nomor urut 2, dan Zain nomor urut 3. Nomor urut yang diterima para pasangan calon sesuai daftar hadir calon yang secara berurutan.
Kendati begitu, aksi menarik ditunjukan pasangan calon Ko-Ki dan Zain. Mereka telah menyiapkan alat peraga kampanye bernomor sesuai dengan nomor undian yang diterima. Yakni Ko-Ki menunjukan kaos bergambar Ko-Ki dengan nomor urut 2 dan Zain menunjukan banner dengan nomor urut 3.
Ada yang mensyukuri, ada yang mengasosiasikan empat penjuru mata angin dan ada pula yang penuh apresiatif dengan melakukan sebuah perayaan. Berbagai macam reaksi tersebut diungkapkan oleh banyak pasangan calon kepala daerah di * kabupaten kota yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah pada tanggal 9 Desember 2015 nanti.
Sejatinya, pengundian nomor urut calon kepala daerah ini merupakan sebuah tahapan formal yang harus dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun pemaknaan ataupun asosiasi dari perolehan nomor urut calon tidak akan berpengaruh apapun pada kemenangan kandidat pasca penghitungan suara nantinya.
Tentu saja yang akan menentukan adalah strategi taktik dari Tim Pemenangan Kandidat dalam mengambil simpati warga masyarakat untuk memilih pasangan itu pada tanggal 9 Desember. Bagi masyarakat, harapan dalam membuat pilihan terhadap pasangan calon, tentu yang mampu diukur dalam mewujud kan janji janji politik kandidat yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat pendukungnya. Itulah relasi masyarakat social (civil society) dan masyarakat politik (political society) dalam sebuah satu kesatuan politik yang dinamis dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera secara ekonomi dan partisipatif secara budaya. []
~ Fajar Sumatera, Rabu, 26 Agustus 2015
No comments:
Post a Comment